Menguasai Penyajian Data: Panduan Lengkap Contoh Soal Uraian Kelas 7 Semester 2

·

·

Menguasai Penyajian Data: Panduan Lengkap Contoh Soal Uraian Kelas 7 Semester 2

Penyajian data merupakan salah satu topik fundamental dalam pembelajaran matematika, terutama di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Kemampuan untuk mengolah, menganalisis, dan menyajikan informasi secara efektif adalah keterampilan penting yang akan terus digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, baik akademis maupun profesional. Di kelas 7 semester 2, siswa diperkenalkan pada berbagai cara penyajian data, mulai dari yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks. Artikel ini akan membahas secara mendalam contoh-contoh soal uraian yang sering muncul dalam materi penyajian data, beserta pembahasannya, untuk membantu siswa kelas 7 menguasai topik ini.

Mengapa Penyajian Data Penting?

Sebelum kita menyelami contoh soal, mari kita pahami mengapa penyajian data begitu krusial. Data mentah seringkali sulit dipahami dan diinterpretasikan. Penyajian data mengubah kumpulan angka atau informasi menjadi bentuk yang lebih visual dan mudah dicerna. Dengan penyajian data yang tepat, kita dapat dengan cepat mengidentifikasi tren, pola, perbandingan, dan kesimpulan penting. Bayangkan membaca ribuan angka secara langsung dibandingkan melihat sebuah diagram batang yang merangkum informasi tersebut dalam sekejap. Jelas, penyajian data memberikan kejelasan dan efisiensi.

Menguasai Penyajian Data: Panduan Lengkap Contoh Soal Uraian Kelas 7 Semester 2

Dalam kurikulum kelas 7 semester 2, materi penyajian data umumnya mencakup:

  • Tabel: Organisasi data dalam baris dan kolom.
  • Diagram Batang (Bar Chart): Menggambarkan perbandingan antar kategori menggunakan batang-batang vertikal atau horizontal.
  • Diagram Garis (Line Chart): Menunjukkan tren data dari waktu ke waktu atau urutan tertentu.
  • Diagram Lingkaran (Pie Chart): Menggambarkan proporsi atau persentase dari keseluruhan.
  • Piktogram: Menggunakan simbol untuk mewakili jumlah data.

Soal uraian biasanya meminta siswa untuk tidak hanya membuat penyajian data, tetapi juga menafsirkannya, menarik kesimpulan, atau membandingkan informasi dari data yang disajikan.

Contoh Soal Uraian 1: Interpretasi Data dari Tabel

Soal:
Berikut adalah tabel hasil pencatatan jumlah pengunjung perpustakaan sekolah selama seminggu terakhir:

Hari Jumlah Pengunjung
Senin 45
Selasa 52
Rabu 60
Kamis 58
Jumat 75
Sabtu 88
Minggu 95

a. Pada hari manakah jumlah pengunjung perpustakaan paling banyak? Berapa jumlahnya?
b. Pada hari manakah jumlah pengunjung perpustakaan paling sedikit? Berapa jumlahnya?
c. Berapa selisih jumlah pengunjung pada hari Sabtu dan hari Rabu?
d. Hitunglah total jumlah pengunjung perpustakaan selama seminggu.
e. Jika rata-rata jumlah pengunjung per hari diinginkan mencapai 70 orang, apakah target tersebut tercapai pada minggu ini? Jelaskan jawabanmu.

Pembahasan:

Soal ini menguji kemampuan siswa dalam membaca dan menafsirkan informasi yang disajikan dalam bentuk tabel.

a. Menentukan Hari dengan Pengunjung Terbanyak:
Untuk menjawab pertanyaan ini, siswa perlu memindai kolom "Jumlah Pengunjung" dan mencari nilai terbesar. Nilai terbesar adalah 95, yang terjadi pada hari Minggu.
Jawaban: Pada hari Minggu, jumlah pengunjung perpustakaan paling banyak, yaitu 95 orang.

b. Menentukan Hari dengan Pengunjung Tersedikit:
Mirip dengan poin a, siswa mencari nilai terkecil dalam kolom "Jumlah Pengunjung". Nilai terkecil adalah 45, yang terjadi pada hari Senin.
Jawaban: Pada hari Senin, jumlah pengunjung perpustakaan paling sedikit, yaitu 45 orang.

c. Menghitung Selisih:
Selisih dihitung dengan mengurangkan jumlah pengunjung pada hari yang ditanyakan.
Jumlah pengunjung Sabtu = 88
Jumlah pengunjung Rabu = 60
Selisih = 88 – 60 = 28
Jawaban: Selisih jumlah pengunjung pada hari Sabtu dan hari Rabu adalah 28 orang.

d. Menghitung Total Pengunjung:
Total pengunjung dihitung dengan menjumlahkan seluruh jumlah pengunjung dari setiap hari.
Total = 45 + 52 + 60 + 58 + 75 + 88 + 95
Total = 473
Jawaban: Total jumlah pengunjung perpustakaan selama seminggu adalah 473 orang.

READ  Menjelajahi Keajaiban Cahaya: Contoh Soal dan Jawaban SMP Kelas 8 Semester 2

e. Mengevaluasi Target Rata-rata:
Pertama, kita perlu menghitung rata-rata pengunjung per hari.
Rata-rata = Total Pengunjung / Jumlah Hari
Rata-rata = 473 / 7
Rata-rata ≈ 67.57
Selanjutnya, bandingkan rata-rata yang diperoleh dengan target.
Rata-rata (67.57) < Target (70)
Jawaban: Target rata-rata jumlah pengunjung per hari (70 orang) tidak tercapai pada minggu ini. Rata-rata pengunjung pada minggu ini adalah sekitar 67.57 orang.

Contoh Soal Uraian 2: Membuat dan Menafsirkan Diagram Batang

Soal:
Data berikut menunjukkan nilai ulangan matematika 25 siswa kelas 7A:

80, 75, 90, 85, 70, 80, 95, 85, 75, 90, 80, 85, 70, 90, 80, 95, 75, 85, 90, 80, 75, 85, 90, 80, 75

a. Buatlah tabel frekuensi dari data nilai ulangan tersebut.
b. Buatlah diagram batang berdasarkan tabel frekuensi yang telah dibuat. Beri label yang jelas pada setiap sumbu dan judul diagram.
c. Berapa banyak siswa yang memperoleh nilai 85?
d. Nilai berapakah yang paling banyak diperoleh siswa? Berapa banyak siswa yang memperoleh nilai tersebut?
e. Jika nilai kelulusan adalah 75, berapa banyak siswa yang tidak lulus?

Pembahasan:

Soal ini melibatkan beberapa tahapan: pengolahan data mentah menjadi tabel frekuensi, pembuatan diagram batang, dan interpretasi data dari diagram.

a. Membuat Tabel Frekuensi:
Pertama, kita perlu mengidentifikasi nilai-nilai unik dan menghitung berapa kali setiap nilai muncul (frekuensinya).
Nilai Unik: 70, 75, 80, 85, 90, 95
Mari kita hitung frekuensinya:

  • Nilai 70: 2 siswa
  • Nilai 75: 5 siswa
  • Nilai 80: 7 siswa
  • Nilai 85: 5 siswa
  • Nilai 90: 5 siswa
  • Nilai 95: 1 siswa
    Total siswa = 2 + 5 + 7 + 5 + 5 + 1 = 25 siswa (sesuai dengan jumlah data yang diberikan).

    Nilai Ulangan Frekuensi (Jumlah Siswa)
    70 2
    75 5
    80 7
    85 5
    90 5
    95 1

b. Membuat Diagram Batang:
Siswa perlu menggambar diagram batang. Sumbu horizontal (sumbu X) akan mewakili "Nilai Ulangan" dan sumbu vertikal (sumbu Y) akan mewakili "Frekuensi (Jumlah Siswa)".

  • Judul Diagram: Diagram Batang Nilai Ulangan Matematika Kelas 7A
  • Sumbu X: Nilai Ulangan (dengan label 70, 75, 80, 85, 90, 95)
  • Sumbu Y: Frekuensi (dengan skala yang sesuai, misalnya dari 0 hingga 8 atau 10)
  • Setiap nilai ulangan akan memiliki batang dengan tinggi sesuai frekuensinya. Misalnya, batang untuk nilai 70 akan naik setinggi 2, batang untuk 75 setinggi 5, dan seterusnya. Batang-batang ini sebaiknya diberi jarak agar mudah dibedakan.

    (Catatan: Karena ini adalah format teks, saya tidak bisa menggambar diagramnya secara langsung. Siswa perlu membayangkannya atau menggambarnya di kertas.)

c. Menghitung Siswa dengan Nilai Tertentu:
Dari tabel frekuensi atau dengan melihat tinggi batang pada diagram batang (jika sudah digambar), kita dapat menemukan frekuensi untuk nilai 85.
Jawaban: Ada 5 siswa yang memperoleh nilai 85.

d. Menentukan Nilai Paling Banyak Diperoleh:
Nilai yang paling banyak diperoleh adalah nilai dengan frekuensi tertinggi. Dalam tabel, frekuensi tertinggi adalah 7, yang dimiliki oleh nilai 80.
Jawaban: Nilai 80 adalah nilai yang paling banyak diperoleh siswa, yaitu sebanyak 7 siswa.

e. Menghitung Siswa yang Tidak Lulus:
Nilai kelulusan adalah 75. Siswa yang tidak lulus adalah mereka yang memperoleh nilai di bawah 75. Dari tabel, hanya ada siswa yang memperoleh nilai 70.
Jumlah siswa yang tidak lulus = Frekuensi nilai 70 = 2 siswa.
Jawaban: Ada 2 siswa yang tidak lulus.

Contoh Soal Uraian 3: Membuat dan Menafsirkan Diagram Lingkaran

Soal:
Seorang peneliti melakukan survei terhadap 100 siswa mengenai warna favorit mereka. Hasil survei menunjukkan data sebagai berikut: Merah: 30 siswa, Biru: 25 siswa, Hijau: 20 siswa, Kuning: 15 siswa, Ungu: 10 siswa.

READ  Mari Berlatih Soal Tema 4 Kelas 1 SD: Keluargaku yang Penuh Cinta!

a. Hitunglah persentase masing-masing warna favorit dari total siswa.
b. Buatlah diagram lingkaran yang merepresentasikan data warna favorit tersebut.
c. Warna apakah yang paling tidak disukai berdasarkan data ini? Berapa persen siswa yang menyukainya?
d. Jika di sebuah kelas terdapat 40 siswa, berapakah perkiraan jumlah siswa yang menyukai warna merah?

Pembahasan:

Diagram lingkaran digunakan untuk menunjukkan proporsi dari keseluruhan. Soal ini menguji kemampuan mengubah jumlah menjadi persentase dan menafsirkannya dalam bentuk diagram lingkaran.

a. Menghitung Persentase:
Rumus persentase = (Jumlah Bagian / Jumlah Keseluruhan) x 100%
Total siswa = 100

  • Merah: (30 / 100) x 100% = 30%
  • Biru: (25 / 100) x 100% = 25%
  • Hijau: (20 / 100) x 100% = 20%
  • Kuning: (15 / 100) x 100% = 15%
  • Ungu: (10 / 100) x 100% = 10%
    Total Persentase = 30% + 25% + 20% + 15% + 10% = 100%

b. Membuat Diagram Lingkaran:
Diagram lingkaran akan terdiri dari beberapa juring yang mewakili setiap warna favorit. Besar sudut setiap juring dihitung dengan mengalikan persentase dengan 360 derajat (karena satu lingkaran penuh adalah 360 derajat).

  • Merah: 30% x 360° = 0.30 x 360° = 108°
  • Biru: 25% x 360° = 0.25 x 360° = 90°
  • Hijau: 20% x 360° = 0.20 x 360° = 72°
  • Kuning: 15% x 360° = 0.15 x 360° = 54°
  • Ungu: 10% x 360° = 0.10 x 360° = 36°
    Total Sudut = 108° + 90° + 72° + 54° + 36° = 360°

    (Siswa perlu menggambar lingkaran dan membaginya menjadi juring-juring dengan sudut-sudut tersebut, serta memberi label warna dan persentasenya.)

c. Menentukan Warna Paling Tidak Disukai:
Warna yang paling tidak disukai adalah warna dengan persentase terendah. Dalam kasus ini, warna ungu memiliki persentase terendah, yaitu 10%.
Jawaban: Warna Ungu adalah warna yang paling tidak disukai. Sebanyak 10% siswa menyukainya.

d. Memperkirakan Jumlah Siswa:
Kita menggunakan proporsi dari data survei awal untuk memperkirakan jumlah di kelas yang berbeda.
Persentase siswa yang menyukai warna merah = 30%
Jumlah siswa dalam kelas = 40
Perkiraan jumlah siswa yang menyukai merah = 30% dari 40
Perkiraan = 0.30 x 40 = 12 siswa.
Jawaban: Diperkirakan ada 12 siswa di kelas tersebut yang menyukai warna merah.

Contoh Soal Uraian 4: Analisis Data Gabungan dan Inferensi

Soal:
Bu Ratih memiliki data penjualan beberapa jenis buah di tokonya selama satu bulan:

Jenis Buah Jumlah Terjual (kg)
Apel 150
Jeruk 220
Mangga 180
Anggur 110
Pisang 250

a. Urutkan jenis buah dari yang paling laris hingga paling sedikit terjual.
b. Buatlah diagram garis yang menunjukkan jumlah penjualan setiap jenis buah. (Asumsikan urutan pada sumbu horizontal adalah Apel, Jeruk, Mangga, Anggur, Pisang).
c. Buah manakah yang penjualannya paling rendah? Berapa selisih penjualannya dengan buah yang paling laris?
d. Jika rata-rata harga jual apel adalah Rp 20.000/kg, jeruk Rp 15.000/kg, mangga Rp 18.000/kg, anggur Rp 35.000/kg, dan pisang Rp 12.000/kg, hitunglah total pendapatan Bu Ratih dari penjualan buah-buahan tersebut.
e. Menurutmu, buah jenis apa yang sebaiknya Bu Ratih stok lebih banyak di bulan berikutnya? Berikan alasanmu.

Pembahasan:

Soal ini menggabungkan interpretasi tabel, pembuatan diagram garis, perhitungan matematis, dan kemampuan membuat inferensi atau kesimpulan.

a. Mengurutkan Buah Berdasarkan Penjualan:
Kita mengurutkan jumlah terjual dari yang terbesar ke terkecil.

  1. Pisang: 250 kg
  2. Jeruk: 220 kg
  3. Mangga: 180 kg
  4. Apel: 150 kg
  5. Anggur: 110 kg
    Jawaban: Urutan buah dari yang paling laris hingga paling sedikit terjual adalah: Pisang, Jeruk, Mangga, Apel, Anggur.
READ  Cara menggabungkan file word tanpa mengubah halaman

b. Membuat Diagram Garis:
Sumbu horizontal akan menunjukkan jenis buah (Apel, Jeruk, Mangga, Anggur, Pisang) dan sumbu vertikal akan menunjukkan jumlah terjual (dalam kg).

  • Judul Diagram: Diagram Penjualan Buah per Bulan
  • Sumbu X: Jenis Buah
  • Sumbu Y: Jumlah Terjual (kg)
    Hubungkan titik-titik data yang sesuai: (Apel, 150), (Jeruk, 220), (Mangga, 180), (Anggur, 110), (Pisang, 250).
    (Sekali lagi, penggambaran visual tidak dapat dilakukan di sini, namun prinsipnya adalah menghubungkan titik-titik data secara berurutan.)

c. Menentukan Buah Terendah dan Selisihnya:
Buah dengan penjualan terendah adalah Anggur (110 kg).
Buah dengan penjualan tertinggi adalah Pisang (250 kg).
Selisih = Penjualan Tertinggi – Penjualan Terendah
Selisih = 250 kg – 110 kg = 140 kg.
Jawaban: Buah Anggur penjualannya paling rendah. Selisih penjualannya dengan buah Pisang adalah 140 kg.

d. Menghitung Total Pendapatan:
Pendapatan per jenis buah = Jumlah Terjual (kg) x Harga per kg

  • Apel: 150 kg x Rp 20.000/kg = Rp 3.000.000
  • Jeruk: 220 kg x Rp 15.000/kg = Rp 3.300.000
  • Mangga: 180 kg x Rp 18.000/kg = Rp 3.240.000
  • Anggur: 110 kg x Rp 35.000/kg = Rp 3.850.000
  • Pisang: 250 kg x Rp 12.000/kg = Rp 3.000.000
    Total Pendapatan = Rp 3.000.000 + Rp 3.300.000 + Rp 3.240.000 + Rp 3.850.000 + Rp 3.000.000
    Total Pendapatan = Rp 16.390.000
    Jawaban: Total pendapatan Bu Ratih dari penjualan buah-buahan tersebut adalah Rp 16.390.000.

e. Memberikan Rekomendasi (Inferensi):
Untuk memberikan rekomendasi yang baik, kita perlu melihat data penjualan dan data harga. Buah yang laris (penjualan tinggi) adalah Pisang dan Jeruk. Buah Anggur meskipun penjualannya paling rendah, memiliki harga jual per kg paling tinggi.

  • Rekomendasi: Bu Ratih sebaiknya stok lebih banyak buah Pisang dan Jeruk karena penjualannya paling tinggi, yang berarti permintaan pasar besar.
  • Alasan: Meskipun Anggur memiliki harga jual tinggi, jumlah penjualannya rendah. Fokus pada buah yang permintaannya tinggi akan memastikan perputaran stok yang lebih cepat dan potensi keuntungan yang stabil dari volume penjualan. Bu Ratih juga bisa mempertimbangkan untuk tetap menjaga ketersediaan Anggur karena margin keuntungannya per kg, namun prioritas utama stok sebaiknya pada buah yang paling banyak diminati.

Tips Sukses dalam Mengerjakan Soal Uraian Penyajian Data:

  1. Baca Soal dengan Cermat: Pahami setiap bagian pertanyaan dan informasi yang diberikan.
  2. Organisasi Data: Jika diberikan data mentah, selalu mulai dengan mengorganisasikannya, misalnya dalam tabel frekuensi.
  3. Periksa Kembali Perhitungan: Khususnya untuk soal yang melibatkan perhitungan (total, rata-rata, selisih, persentase, sudut diagram), selalu periksa kembali hasil perhitungan Anda.
  4. Labeli dengan Jelas: Saat membuat diagram, pastikan semua sumbu, judul, dan legenda diberi label yang informatif.
  5. Tarik Kesimpulan yang Logis: Untuk pertanyaan yang meminta interpretasi atau inferensi, pastikan kesimpulan Anda didukung oleh data yang ada.
  6. Gunakan Bahasa yang Tepat: Jelaskan jawaban Anda dengan kalimat yang jelas dan terstruktur.

Dengan memahami konsep-konsep dasar dan berlatih melalui berbagai contoh soal uraian seperti yang telah dibahas, siswa kelas 7 akan lebih percaya diri dalam menghadapi ujian dan aplikasi materi penyajian data dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan topik ini adalah fondasi penting untuk materi statistik dan analisis data di jenjang yang lebih tinggi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *